Showing posts with label Iseng Iseng Berhadiah. Show all posts
Showing posts with label Iseng Iseng Berhadiah. Show all posts

Dad! Where are We Going?


Bismillah.


Seniiiiin!!!!!! >,<



Tadi pagi saya berangkat ke kantor pagi banget. Niatnya pengen ngejar kereta ekonomi. Nggak taunya batal berangkat. Yasudah rejekinya saya naik commuter line (CL). Tadi kereta ke arah Depok lumayan penuh. Mungkin karena ekonomi batal berangkat dan CL yang ini agak telat juga datangnya. Pas masuk saya nggak dapet tempat duduk. Trus ada seorang ibu-ibu cantik manggil-manggil saya dari jauh. Ternyata kursi di depannya masih ada yang bisa diduduki. Mefet sih. Tapi, makasih ya ibuuuu, berkat senyumnya ibu mood saya jadi baik dari pagi ^^

-Intro yang aneh. Hahahaha.-


Oiya, saya lagi seneng-senengnya nonton variety show terbaru korea. Judulnya Dad, where are we going? Aaaaa ini unyu banget acaranya. Ceritanya, 5 orang ayah yang piknik sama 5 orang anaknya. Nah, si ayah ini orang-orang populer di korea. Ada yang pemain bola, aktor, penyanyi, dan MC. Yang pasti bikin gemes ya tingkah si anak-anak mereka. Karena masih kecil-kecil banget, jadi menarik deh apa yang mereka lakukan di tempat piknik ataupun pas lagi bareng sama ayah mereka.




Dad! Where are we going?






Nah, kelima pasang ayah dan anak yang ikut di acara ini adalaaah...



Kim Sung Joo (41, MC) dan Kim Min Gook (9)
Min Gook ini dari episode awal sukanya nangis. Soalnya dia dan si ayah sering dapet penginapan yang paling ngenes karena ayahnya kalah games. Tapi makin kesini, Min Gook udah keliatan tanggung jawabnya sama dongsaengnya (anak-anak lain), karena dia yang paling tua umurnya diantara anak yang lain.




Lee Jong Hyuk (39, aktor) dan Lee Jung Su (6)
Jungsu ini paling cute. Karena masih kecil banget, jadi kalau dapat tugas ini itu, dia banyak senyam-senyumnya. Tapi saya heran kadang dia bisa lebih dewasa dari ayahnya. 




Sung Dong Il (46, aktor) dan Sung Joon (7)
Joon ini gedenya bakalan seganteng apa yaaa soalnya dari kecil dia udah ganteeeeng. Meskipun masih kecil, tapi Joon tanggung jawab banget. Awalnya keliatan kalau hubungan ayah-anak yang ini agak kaku, tapi berkat acara ini mereka keliatan kompak dan sayang banget satu sama lain.




Song Jong Gook (34, pemain bola) dan Song Ji Ah (6)
Ini Ji Ah, cewek satu-satunya di acara ini. Dia juga cute banget. Karena Ji Ah satu-satunya cewek, kadang saya nggak tega ngeliat dia jalan jauh-jauh.





Yoon Min So (33, penyanyi) dan Yoon Hoo (7)
Nahhh, kalau yang ini si Hoo. Anaknya aktif banget. Main kesana-kemari loncat sana-sini. Hobinya makan. Pokoknya Hoo nggak bisa diem banget. Hoo ini anak cerdas. Saya suka dibikin heran sama Hoo, kok bisa ya anak sekecil ini bisa dapet kata-kata yang umumnya diucapin sama orang dewasa. Oiya, Hoo ini nggak mau dibilang fatty, tapi dia menyebut dirinya chubby hahaha. He is sooo adorable. Hoo ini suka sama Ji Ah.


Di acara ini, saya juga bisa liat kehidupan rakyat Korea yang sederhana tapi mendamaikan. Homestay tempat mereka piknik bukan hotel atau rumah mewah yang sering ada di drama-drama, tapi perdesaan yang masih asri dan tenang. Pokoknya selain ketawa-ketiwi melihat tingkah anak-ayah ini, ada banyak pelajaran lain yang bisa saya ambil. Daaaan, bagian yang paling bikin ngiler, adalah waktu mereka makan. Yummmy lalala lah pokoknya. Nggak sabar buat nonton episode paling barunya!!!




Ini Hoo
Habis nonton 4 episode, saya sms ke hubby "pengen punya dedek..." hihihi



Yaaa begitulah efek dari acara ini sodara-sodara. Yang udah merit, pasti pengen punya anak selucu mereka ^-^/























gambar dari google ^^
Baca Selengkapnya...

Sebenarnya Intinya Soal Waktu



Chatting sampai kira-kira jam 2-an. Telat berangkat kuliah. Katanya tadi pagi tidak benar-benar mandi, tapi masih kelihatan charming karena setelan yang dia dapat dari lahir. Sedikit berantakan, tapi cerdas. Si A.


Tiap pagi dia sibuk membetulkan beberapa bukunya yang tercecer tadi malam. Berangkat kuliah mepet-mepet karena harus mengejar rejeki yang setengahnya sudah dipatok ayam. Menjadi mahasiswa dengan IP pas-pasan di kampus. Sebenarnya pintar, tapi kebanyakan santai. Si B.


Sepulang dari sholat berjamaah saat Isya, menelepon pacar. Menemaninya yang sedang mengerjakan tugas akhir. Tidur malam karena menghabiskan lembar-lembar terakhir buku yang dua hari baru saja dibelinya di gramedia. Masih sempat sholat tahajud dan membangunkan beberapa orang teman baiknya untuk sholat juga. Si C.


Itu baru 3 dari banyak orang yang saya kenal. Beda? Pasti. Kualitas hidup seseorang emang relatif di mata orang lain.


Yang baca postingan saya melewati tadi pagi juga kan? Ada yang tadi pagi bangun siang dan nyesel setengah mati karena tadi malam kebanyakan tidur, sedangkan teman-teman sekelasnya sibuk belajar buat kompre *curhat*.


Ada yang bangun santai karena masuk kuliahnya siang, kelupaan sholatnya, padahal teman sekosan saya yang fresh graduate bangun setengah 5. Dandan rapi karena ini hari keduanya masuk kerja di perusahaan baru. Ada yang malah tadi pagi baru tidur, stress mikirin negara *halah*. Ada yang berangkat dari rumah jam 3 pagi, membawa sekarung dagangan buat dibawa ke pasar. Ada yang ninggalin anaknya yang masih tidur pulas, buat jualan pop mie, kopi, dan mijon di kereta ekonomi Jakarta-Solo.


Yah postingan saya ini intinya tentang kekesalan saya pada diri saya sendiri. Bisa-bisanya ketiduran sementara misalnya sekarang ini sedang lomba karung Jakarta-Surabaya, orang-orang sudah sampai Jogja sedengkan saya baru ngambil karungnya. Permisalan macam apa iniii. Hahaha.


Semoga yang masih punya “besok”. Pokoknya harus bermanfaat waktunya. *ngambil cermin, luluran* *loohh* *beneran becermin*


Kebanyakan tulisannya ngaco. Diambil yang bermanfaat saja yahhh. ^^
Baca Selengkapnya...

Dedaunan Seharian Kita



Assalaamu'alaikum :)


Pagi tadi,

Bergerak. Tentu saja. Meskipun melambat satu jam dari yang kita rencanakan kemarin. Jam 8. Tapi okelah. Pasarnya masih ramai dan orang masih sibuk tawar-menawar. Nggak mau ketinggalan dong kita. Seikat daun bayam dan kacang panjang. Tiga ribu. Ah. So swiit sekali.

Kita = saya + brindil


"Taugegegege..gether...", biasanya ini yang sering teman saya, ehm, Putri, katakan. Tauge. Seribu.
Saat pertama kali belanja tauge di pasar Bonsay saya kaget minta ampun. Setengah kilo, dua ribu rupiah. Dari pagi sampai malem menunya tauge. Mblenger. Hahaha :p


Tiga ikat saus kacang. Halah. Sambel pecel. Produced by seorang ibu-ibu yang juga menjual telur asin.


Ini padahal cuma mau bilang kalau tadi pagi bikin pecel sendiri. Haha. Ngidam? Iya, eh, belum.





Baca Selengkapnya...

Pagi Dingin dan Anggota Unyu Teras Depan Rumah

Assalaamu'alaikum ^^

Brrrrrr...


Dingin sekali pagi ini. Kalau di Jakarta, saya pasti udah ada di Tajun. Taman Simanjuntak. Jogging putaran kecil barang empat lima kali putaran. Lalu duduk-duduk di pinggir taman sambil liat lansia-lansia yang lagi pada senam.

WHoooaaaa... Good morning people!!


If there is something that makes me happy this morning, its because I still meet with fasting. Alhamdulillah. Dan bagusnya Solo mulai kembali menyenangkan. Hehe...

Setelah subuh tadi saya keluar rumah. Persis seperti di lereng Gunung Lawu hawa-hawanya. Uademm bener. Dan keisengan berlanjut. Hihi...







Ada harapan baru ketika sebuah tanaman bereproduksi. Pertalian saling silang, lalu menghasilkan biji. Nah, disinilah harapan akan berkembang. Tentang bunga yang lebih indah, tanaman yang lebih baik, dan biji-bijian lagi yang begitu seterusnya.

Hihihi. Ada butiran merah kecil malu-malu yang ketahuan trus minta perhatian. Huhuhu... Tentang harapan yang tadi saya bicarakan.






Dan...

Aku punya juga kembang yang persis sama dengan yang pernah diberikan seseorang sewaktu pertama kali kami berjumpa. Betewe, terimakasih yaa... Heiii, kamu tahu nggak bunga ini namanya apa? Saya kenalkan, namanya euphorbia. Punya kamu sedikit lebih ceria warnanya, pink banggetz. Trus, kuning banggetz. Hehehe...

Tiba-tiba muncul dialog:

Ehm. Bang, kembang aye nggak kuning, nggak pink... | Trus warnanye ape, neng? | merah jambu muda gimanaa gitu, bang | Ah neng, itu pasti karna cinta kita udah bersatu, makanye warna kembangnye juga campur gitu... #eaaaa

Ah gombal. Ahahaha :p

Dih, pagi-pagi di bulan nan suci pake ngegombal... Sadaaaar Nob!!! -______-








Nb: nggak ada maksud buat nggak me-list anggota teras yang lain. kalian juga unyu kok. tapi pas lagi moto-moto tiba-tiba diajakin ngobrol sama budhe. malu deh, wkwk ^.~a
Baca Selengkapnya...

Mas Dahlan

hatiku sedang tidak baik

banyak kejadian yang minta diberi penjelasan
tapi tak kesampaian

masa lalu membuat hari ini kadang lebih berat

bagaimana mempertanggungjawabkan perasaan yang dulu pernah ada
yang hanya tersimpan dan tak tersampaikan
yang sampai sekarang pun,
masih dalam

bagaimana jika si A tidak bisa melupakan si B
sedangkan saat ini ia terpaut janji dengan si C

banyak kejadian yang minta diberi penjelasan
tapi tak kesampaian

maka diam adalah tembok
dan saat tembok itu sudah sangat tinggi
keputusan untuk berlanjut dengan keadaan seperti makan buah simalakama

si B yang mati
atau si C yang mati

dan mematikan salah satunya adalah menghidupkan satu yang lain

tidak bisa meletakkan 2 hati dalam 1 wadah

dari dulu kamu tahu. Selalu begitu. denganku.

***



***

Makan buah simalakama. Bahkan itu sejenis buah apa aku sendiri tidak tahu. Tepatnya tidak mau tahu. Yang jelas, ungkapan yang ku buat dalam surat untuk mas Dahlan sudah sangat jelas maknanya. Paling tidak, begitu kata buku peribahasa. Memang sedikit ada perubahan arti. Tapi intinya sama. Masalah pilihan. Beberapa waktu ini aku seperti orang linglung. Pikiranku ada pada satu titik yang sengaja aku bekukan. Titik dimana ceritaku dengan mas Dahlan akan selalu bahagia. Detik dimana ia hanya buatku. Tidak menggubris yang lain-lainnya. Titik egoismeku.


“Baik. Hari ini akan aku selesaikan draftnya... Huhum. Oiya, aku nitip surat sama Mbak Ntin. Tolong dibaca.”


Dialog singkat dengan mas Dahlan. Laki-laki yang membuatku mewek-mewek. Editor muda yang cerdas. Tidak terlalu ganteng tapi menarik. Aku tidak punya kriteria khusus soal lelaki. Yang jelas, hampir setahun terakhir kulewati dengan hangat bersama mas Dahlan. Sepotong cheese cake hampir tiap akhir minggu. Dan obrolan ngawur hampir tiap malam.


Dan begitu sebuah nama muncul dalam deretan inbox lelaki muda itu, aku melayu. Seperti setangkai kembang tulip potong kehabisan air. Bayangkan saja bentuknya. Mengenaskan. Sahabat lamanya. Dan aku tahu, ada sesuatu diantara mereka.


    Walau lelah kucoba... Tuk menggapai hatimuu...
    Sgala yang ku beri tak pernah berarti, berat terasa...


Hpku berdering. Sayangnya, aku suka ringtonenya. Seurius. Hmm. Mbakyuku. Sebentar. Kutata hati dulu. Aku tahu apa yang akan Mbak Rindi tanyakan.


“Assalaamu’alaikum. Ya hallo Mbak...”


“Wa’alaikumussalam. Piye Dek? Kamu udah ditanyain terus sama ibuk. Jawabannya ditunggu secepatnya. Biar bapak nanti yang mengurus semuanya.”


Piye ya Mbak... Sebenernya aku masih bingung.”


“Sudahlah dek. Laki-laki seperti itu banyak. Kamu jangan pertahankan lagi. Ndak pantes...”


“Pantes atau ndak itu kan menurut kita to mbakyu, tapi...”


“Sudah minta penjelasan lagi?”


“Sudah capek, Mbak...”


“Tuut... Tuut...”


Terputus. Tidak ada obrolan lebih lanjut. Mbak Rindi hanya mengirim sebaris sms,


‘Pulsa habis. Nanti malam lagi aja.’


***


Selepas dzuhur aku mengharap dipilihkan yang terbaik sama Allah. Istikharah. Masih dengan doa yang sama. Jika bukan mas Dahlan, maka aku mohon dimudahkan melepaskannya.


Hp-ku berbunyi. Ada sms. Mas Dahlan.


‘Anggun yang baik, mas minta maaf kalau tidak berterus terang tentang Annisa. Sekarang  dia  sedang banyak masalah. Mas hanya sedikit membantunya bernafas. Mas harap kamu mengerti. Soal surat, mas juga bingung. Posisinya benar-benar ndak enak buat mas.’


Hmm. Aku menutup mata sebentar. Ambegan. Aku tidak menyangka doaku dikabulkan begitu cepat sama Allah. Pipi basah lagi. Payah.


Bukankan permintaan untuk berdamai dengan si Annisa ini sudah lama ku ungkapkan padanya. Tapi masih saja. Pertemuan-pertemuan dibelakangku, obrolan-obrolan santai diselingi goda dan canda, iish. Bodoh sekali jika tak paham situasinya. Dan karena mata dan hati mas Dahlan tidak bisa berbohong, aku saja yang ngalah.


Bukannya memencet tombol replay, aku malah menekan tombol back. New Messege. Mbak Rindi.


Bismillahirrohmanirrohim.


‘Mbakyu, tolong bilang sama ibuk. Aku mau sama mas Anas. InsyaAllah minggu depan aku resign. Langsung ke Malang. Maturnuwun.’


Send.


Lalu New Messege lagi. Mas Dahlan.


‘Terimakasih mas Dahlan yang baik. Iya. Aku tahu. Minggu depan aku ke Malang. Mas Dahlan sama Annisa aja. Aku tak belajar ikhlas.’


Send.


Banyak sms masuk. Tapi... Sudahlah.




***


***



‘Dek, minta maaf boleh?’


‘Sudah dimaafkan...’


‘Syukurlah...’


‘Mas?’


‘Apa?’


‘Aku dan mas Anas... Mohon doa restu boleh?’


‘...’








Nb: cerita diatas Cuma fiksi. Ngawur. Hehe.. dan Dahlan itu nama almarhum pakdhe saya. Semoga selalu disayang Allah ya, dhe... :)
Baca Selengkapnya...

Hello Sunshine

Assalaamu'alaikum

Good morniiiing ^^>




Huaaah, Jakarta cerah sekali pagi ini. Apa kabar semuanyaaa? Saya galau niiih, hehehe #lemparcabe

H-2 UAS Semester 6 bikin galauu. Eh tapi pagi ini saya semangat sekalii. Seharian kemarin cuma menggelepar di atas kasur. Nggak produktif. Haiih. Mahasiswa macam apa saya ini. Pokoknya hari ini saya mau balas dendam.

Nah. Dalam rangka penbalasan dendam sama hari Jum'at, saya pagi-pagi buta sudah stay cool nongkrong di balkon kos-kosan saya yang indah ini. Serius mengerjakan soal-soal di modul sambil nguap-nguap merem-merem.

Ini metode baru yang baru dua hari yang lalu sebenarnya saya temukan. Bermodal selembar tikar sisa peninggalan piknik ke Ragunan, jadilah kawasan belajar ala saya di pagi hari. Sambil menatap indahnya langit biru dan kicauan obrolan para tetangga, bisa lah komat-kamit menghafal beberapa materi ini itu. Hehehe. Sambil bersantai di bawah depan pohon belimbing milik Bu Linda, anginnya yang cepoi-cepoi enak banget dah apalagi di bulan puasa kaya' gini :D






Ah tapi ada di lepitop. konsentrasi agak teralihkan pada aktivitas browsing dan blogwalking. Ahahaha. Dasaaaaarrr. Godaan itu, Nob! Godaan! -____-


Hiaaah. Blajar buat UAS. Smangat ya! Ingat target. Hohoho. ^^!




Baca Selengkapnya...

Enjoying the Elegant Magnum Cafe

Setelah beberapa bulan hanya melihat foto teman-teman di magnum cafe, akhirnya saya nyobain juga. I was having so much fun here. Hohoho. Bersama sahabat yang setia menemani, tempat ini benar-benar bisa jadi penghilang stres sekaligus menenangkan pikiran.







Lah. Kog bisa? Di magnum cafe, kita bisa menikmati suasana royal palace dan royal garden dengan gaya modern victorian yang nyaman banget buat bersantai. Tiap orang diperlakukan seperti prince and princess gitu, hihihi. Kalau ada yang mencari reward buat dirinya sendiri di tengah kesibukan yang kelewat parah, magnum cafe pas banget.





Menu yang disediakan pastinya nggak jauh dari es krim magnum sendiri yang rasanya mamamia lezatos. Special July ada dipping station yang memanjakan pengunjung dengan aneka topping yang menggoda. Coz I love friuts very much, so I decided to order Fresh Fruits, hmmmm


Fresh Fruits


Raspberry Heaven


Di royal palace, ada bar terbukanya juga lho. Pengunjung bisa melihat proses pembuatan es krim sekaligus memilih sendiri dipping yang disukai.




Bagian yang tak kalah saya sukai, pengunjung bisa berfoto di royal garden. Kalau saya, bersama sahabat tersayang bergaya bak putri raja. Kami seperti judul salah satu sinetron yang ada di tivi, bukan putri yang tertukar, tapi putri yang terbuang, haha :D:D




Ahh, stress relieving. Ice cream. Magnum. Huhuhu. Kalau ada yang ngajakin main kesana lagi, saya masih tertarik kog. Hahaha. Dasar. 






Baca Selengkapnya...

Ikutan Giveaway: Desa Boneka

Assalaamu'alaikum

Hoiiiiii.. Ah, liburan yang tidak terjadwal seperti ini memunculkan berbagai kegiatan dadakan. Salah satunya ya ini. Blogwalking ^^ xixixi

Beberapa hari ini saya sibuk membaca ini itu dari blog teman maupun yang belum saya kenal. Salah satu hasilnya adalah "ikutan giveaway". Ini kedua kalinya saya ikut giveaway. Yaapp, desa boneka.

Bagi teman-teman yang mau juga ikutan, bisa langsung meluncur ke TKP disini.

Desa boneka mendeskripsikan dirinya sebagai: a place inhabited by some tiny crochet creatures. They are available for adoption.






Saya berharap menang bonekanyaaa >.< 


Ahahaha. Semoga semoga #lirik-lirik kedip-kedip ^^
Baca Selengkapnya...

Ikutan Giveaway: Ubur-ubur Kabur

Pengarang                   : Devania Annesya
Tahun terbit                 : 2011
Tebal buku                  : 186 halaman
Penerbit                       : Andi
Harga buku                 : Rp 28.000,-

          Cinta, bagi Aurelia Aurita atau Aurel, adalah sesuatu yang membingungkan. Cinta pertama yang dia curahkan buat orang yang dia sayangi tak bahagia. Karena itulah, Aurel memutuskan tidak jatuh cinta lagi dengan pria mana pun. Dia juga memasang sederet criteria untuk calon pendamping hidupnya kelak. Tujuannya, dia tak terjatuh lagi dalam kehidupan asmaranya.
          Namun apa mau dikata. Saat panah cupid menembus hatinya, Aurel pun akhirnya jatuh cinta lagi. Hal itu terjadi ketika dia dan teman-temannya sedang liburan bersama. Saat sedang berjalan-jalan sendirian, Aurel tak sengaja mendapati seorang cewek cantik meronta-ronta di tengah danau.
          Cewek itu hampir tenggelam. Serta merta Aurel langsung berteriak-teriak mencari bantuan. Seketika itu juga sesosok cowo tampan berbadan tegap masuk ke dalam danau dan berenang selincah ikan menyelamatkan cewek tadi. Setelah beberapa saat kemudian, Aurel baru tahu bahwa keduanya kakak beradik.
          Cowok yang barusan menyelamatkan adiknya itu telah membuat Aurel jatuh hati. Namanya Daniel Radyansyah. Cowok yang dingin, namun dapat membuatnya merasa hangat. Setelah kejadian itu, Aurel dan Daniel menjadi semakin dekat. Daniel pun merasakan perasaan yang sama pada Aurel.
Daniel juga hampir memenuhi semua criteria calon suami yang diidamkan Aurel. Sayang, terkadang Aurel masih suka gengsi mengakui segala kelebihan Daniel. Saat keduanya tengah merajut kisah kasih, tiba-tiba cinta pertama Aurel di masa lalu datang kembali.
          Arlodi adalah cowok yang menjadi orang ketiga dalam hubungan Aurel dan Daniel. Cowok usil itu ternyata masih menyimpan perasaan yang buat Aurel. Hal inilah yang membuat Aurel bimbang. Saat bersama Daniel, dia merasa menemukan pilihan yang tepat. Namun saat Arlodi di sisinya, Aurel merasa cinta lamanya yang pupus seakan dapat dimulai lagi.
          Di tengah kebimbangan itu, masalah lain terjadi. Ayah Daniel tidak menyetujui hubungan Aurel dan putranya. Semua itu membuat balada cinta Aurel makin berwarna. Aurel pun berharap jadi ubur-ubur yang bisa kabur dari masalah dan memilih satu lelaki terbaik. (cin/c9/kkn)
Cuek cuek tapi Butuh
          Novel Ubur ubur Kabur yang menjadi buku utama Bookclub kali ini sukses memancing tawa bookaholic yang tediri atas Ochi, Nicky, Acil, dan Putri. Saat berdiskusi, mereka tak henti-hentinya tergelak menanggapi kisah cinta segi tiga si tokoh utama utama.
          “Menurut aku, si Aurel ini sebenarnya juga suka sama Daniel. Hanya dia gengsi. Cuek-cuek butuh gitu deh,“ ujar Ochi mengawali pembicaraan. Aurel yang dimaksud Ochi adalah tokoh utama novel itu. Aurel punya nama panjang Aurelia Aurita (nama ilmiah ubur-ubur). Dia adalah cewek yang tidak pernah pacaran.
          Dasarnya, Aurel merupakan gadis yang memiliki prinsip kuat. Dia berprinsip harus mendapatkan pendamping hidup yang pas di hati dan bisa menjaga dirinya. Sayang, selama 22 tahun hidupnya, dia belum pernah bertemu dengan cowok idaman.
          Suatu hari, Aurel dipertemukan dengan Daniel Radyansyah. Cowok itu membawa Aurel ke cerita cinta penuh kejutan. Daniel digambarkan sebagai cowok cool, penyabar, ,apa, serta penuh tanggung jawab. Daniel menjadi tokoh favorit para bookaholic cowok.
          “Aku suka sama tokoh Daniel. Dia punya karakter yang tegas dan simpatik. Dia beda sama Arlodi yang suka mengganggu,“ ujar Acil. Arlodi adalah cinta pertama Aurel pada masa lalu. Saat Aurel dan Daniel mulai dekat, Arlodi datang dan mengganggu hubungan keduanya.
         Pendapat Acil langsung disetujui Dicky. Cowok ramah itu sepakat untuk menolak sikap usil Arlodi. Uniknya, dia juga sebel sama sikap Aurel yang terkesan nggak punya pendirian.
          “Si Aurel ini kok kayak masih belum yakin sama perasaannya ya? Habis, dia kadang suka Daniel, kadang suka Arlodi. Kesannya plinplan gitu,” papar Dicky.
          Pendapat Dicky disanggah Nicky. Menurut Nicky, Aurel pasti punya alasan yang kuat kenapa bersikap demikian. Selidik punya selidik, ternyata, Nicky pernah lho merasakan cinta segit tiga, seperti yang dialami Aurel. Wah, curhat colongan nih, hihihi…
         “Hehehe… sebenarnya sih bukan curhat colongan. Menurut aku, semua orang pasti punya alasan kenapa sampai bisa bersikap bimbang seperti itu. Aku sih lebih milih Daniel daripada Arlodi,” jelas Nicky.
Kalau Acil nggak suka karena nyebelin, kali ini Nicky punya alasan sendiri. “Aku tuh sebel sama Arlodi karena namanya sama sekali nggak menarik. Nama kok kayak jam aja, arloji. Hahaha…” tuturnya. Para bookaholic pun terbahak saat mendengar celoteh Nicky.
          Putrid yang sejak tadi diam nggakk mau ketinggalan comment. Dia menanggapi sifat perfeksionis Aurel dengan sudut pandang yang bijak. Terutama dalam memilih pendamping hidup.
“Sayang, cinta nggak melulu bisa dimengerti secara logika dan lebih menuruti kata hati. Jadi, sebaiknya kita menggunakan dua hal itu jika nanti ingin mencari cinta sejati,“ jelas Putri. Jawaban Putri dibalas bookaholic lainnya dengan sahutan, “Cieeeee…“ (cin/c12/kkn)

“Overall, ceritanya nggak mengurangi keasyikan baca novel ini kok. Aku paling suka deskripsi tokohnya yang sangat detail.” (Putri Ayu S., ITS → memberi skor 4 dari 5)

“Novel ini bagus dari segi cerita dan gaya bahasa. Meski ceritanya klise, pengarangnya bisa bikin novel jadi nggak boring.“ (Dicky Setiawan, SMAN 20 Sby → memberi skor 4 dari 5)

“Ceritanya simpel dan klise. Cinta segitiga kan emang sering terjadi dalam kehidupan kita. Pengarangnya anak muda banget.” (Rossyta Wahyutiar, SMAN 4 Sby→ memberi skor5 dari 5)

“Meski berserita tentang cinta, novel ini menyelipkan humor-humor segar. Aku suka sama tokoh Daniel. Dia itu cool.” (Jarul Maksum, SMAN 15 Sby)

“Judulnya bikin aku tertarik. Pas membaca, aku jadi merasa kayak tokoh utma. Aku juga pernah mengalami kisah seperti si Aurel.” (Nicky Y., SMA Muh 2 Sby)

Diambil dari:
RESENSI JAWA POS SENIN, 31 JANUARI 2011 (BOOK CLUB, HALAMAN 38)
Baca Selengkapnya...

Sementara Menanti Data

Aiiih...


Belajar kelompok nih saya. Hari Sabtu yang so swiit laah. Haiih. Saya perkenalkan mata kuliah dengan tugas paling eksis dan bikin mati gaya tiap akhir minggu. Haha. Teknik Demografi.

Biar lebih akrab, panggil lah si mata kuliah ini dengan TD. TD jilid satu saya kencani semester 5 kemarin. Nah di semester 6 ini, saya ketemu TD 2.

Ceritanya, sekarang ini kelompok saya sedang menanti data kelahiran penduduk tahun 1990, 1995. Huhuhu... Cepatlah dataang, biar tugas proyeksi penduduknya cepet selesaaaiii. Saya nggak mau kalau harus melanggar satu janji lagi besok karena harus menugas ini lagi.






Huhuhuhuuuuuu T.T

Tato, Agung, Vira, Manda, Yaniii, ayolaaah... Hari ini kita selesaiin yaaaa?! ya...
Baca Selengkapnya...

Akhirnya Datang Juga: Madre

Heiiii ^^


Alhamdulillah hari ini saya senang sekali. Hihihi. Hasil iseng dan coba-coba saya berujung pada secangkir kopi dan petang yang -sangat saya-. Bersantai dan membaca.

Saat tahu penulis favorit saya "melahirkan" lagi, eh, setelah beberapa bulan baru tahu kabarnya. Jadilah saya penggemar yang tidak setia pada yang digemarinya, haha. Nggak papa laa yaa.

Eh tapi, lewat bukukita.com saya berhasil menghadirkan "madre" ke dalam jajaran koleksi saya. Acara pesan online perdana saya sukses berat lhoo... ^^










Madre berisi 13 cerita dan puisi. Saya suka "madre"-nya sendiri. Next time kalau ada sumur di ladang saya cerita lagi ya :D:D

Saya suka satu paragraf yang Dee tulis dalam lembar cuap-cuap penulis yang terwujud dalam "menjelajahi hasil fusi". Begini bunyinya:

"satu peringatan sebelum Anda memulai membaca: tidak semua perenungan itu berujung pada jawaban. Seringkali, malah pertanyaan barulah yang lahir. Tak mengapa. Bagi saya, hidup adalah proses bertanya. Jawaban hanyalah persinggahan dinamis yang bisa berubah seiring dengan berkembangnya pemahaman kita. Namun, pertanyaanlah yang membuat kita terus maju."



Dan kejutannya masih ada lagi ternyata, hihihi... ^^



Baca Selengkapnya...

New Label

Awawawawww...


Saya punya banyak koleksi foto-foto yang sayang kalau cuma disimpen aja. Meskipun media yang saya punya masih kamera handphone, tapi saya tetep PeDe. Ahahaha ^^/ yiihaaaaa !!

Maka blog saya melahirkan sebuah new label yang saya beri nama Jeprat-Jepret Sembarangan

Nantinya, setiap foto yang ada akan saya lengkapi dengan tulisan pendek (rencananyaa). Dan ceritanya bisa tentang siapa saja, apa saja, dan kapan saja. Yang pasti, tulisan yang menyertainya bisa dinikmati sepaket dengan fotonya. Begitulah. 

Hehehe...
Baca Selengkapnya...

Skripsweet

Siang ini tiba-tiba berfikir tentang kelulusan. Hyaaaaaa, kalau mau dianggap masalah, ya jadi masalah. Kalau ditanggapi sebagai sesuatu yang harus dilewati, ya memang harus begitu.

Tingkat 3. Masa yang sulit di awal karena persiapan PKL yang menguras tenaga, waktu, dan biaya #halaaah, lebay. Okelah. Rasanya baru kemarin saya datang ke Jakarta. Dengan muka polos bergaul dengan rutinitas ibukota yang aduhai. Haha,,. Hampir 3 tahun terlewati dengan berbagai cerita hidup yang menggemaskan. Dan setelah 3 tahun ini, akan tiba waktunya saya menyusun apa yang semua orang susun sebagai syarat kelulusan dari bangku universitas.

Yaaap. Skripsweet. Melihat kakak tingkat yang heboh gila saat penyusunan skripsi, mikir juga apakah saya bisa melewatinya atau tidak. Di awal tingkat 3 saja, banyak cerita aneh-aneh tentang topik skripsi yang diajukan oleh kakak tingkat 4. Kasusnya macam-macam. Ada yang mengajukan 4 judul dan semuanya diterima. Ada yang mengajukan 3 judul dan hanya ada 1 yang di-acc. Tapi yang bikin miris saat banyak kakak tingkat yang tidak ada satu pun judul yang diterima. Banyak yang stres katanya. Banyak yang mulai kelihatan sifat aslinya, apalagi, egoisme. Hadududu...

Nah lo. Trus bagaimana saat judul saya nanti tidak diterima juga?! Trus bagaimana saat judul yang saya ajukan ternyata sudah ada yang bikin skripsinya? Trus bagaimana? Trus? #nabrak

Huhuhu...

Ehm, saya sadar kalau hanya saya yang mampu menjawab pertanyaan ini. Mulai sekarang harus pandai membaca peluang. #halaaah! #opo siih! Karena saya nanti akan lulus jadi ahli statistik kependudukan, ya mesti mengeksplore seputar fenomena sosial kependudukan. Yakinlah, Nob, kamu bisa :):)

Masuk di tahun 2008 dan lulus tepat waktu di 2012. Harus yakin dan semangat kalau skripsi itu bukan sesuatu yang serem dan menakutkan. Hihihi... #makanya harus rajin liat "ini itu"




Ya Rabb, saya selalu memohon kemudahan dalam setiap jalan yang Engkau tunjukkan. Tidak ada yang tak mungkin jika Engkau menghendaki. Maka jadikan aku sebagai salah satu dari mereka yang Engkau sayangi. Aamiin.

Berusaha dan terus berdoa. Ingin melihat senyum kedua orang tua saya melengkung sempurna saat hari kelulusan itu tiba.
Baca Selengkapnya...

Warung Ayam Unyu Unyu

Saat pertama kali melihat fenomena ini, saya biasa saja. Maklum lah, masih SD. Polos, lugu, lucu, dan menggemaskan. Haha. #lemparpisang


Kog bisa ya anak ayamnya warna-warni begitu? Ayam peliharaan pakdhe dan simbah warnanya kecoklatan. Kadang item malah. Buluk. Tapi yang ini lucu-lucu, mejikuhibiniu.


Waktu dibeliin bapak saya juga cuma ketawa-ketiwi aja. Buat mainan sama adek. Eh, eh,eh, tapi beberapa minggu kemudian mulai habis karena mati satu-satu.






Lama sekali tidak melihat anak-anak ayam ini. Mungkin orang-orang sudah sadar...


Ealaaah. Ternyata saya salah.


Beberapa waktu yang lalu saya melihat anak ayam warna-warni ini di sudut sebuah pasar. Ah. Ternyata orang-orang masih sama edannya dengan saat saya masih kecil. Kalau sampai besar warna ayamnya masih ijo, mungkin banyak di pinggir jalan orang jualan "ayam goreng go green". Kalau yang warnanya ungu, banyak "warung ayam unyu-unyu".


Ckckck... Dasar!!!
Baca Selengkapnya...

But with Whom



not where, but with whom


pict: http://rockstartemplate.com/photography/wallpapers/12-most-beautiful-digital-wallpapers/
Baca Selengkapnya...

Hmm

Pengen menulis yang lebih bermanfaat. Yang punya awal dan ending yang jelas. Bukan sekedar ngalor ngidul ngetan ngulon g karuan. Yaah, meskipun yang saya punyai baru sekedar curhatan penting g penting seperti sekarang ini. Tapi saya benar-benar pengen bisa bikin tulisan yang bermanfaat.


Huhuhuuhuuu... Lagi labil tingkat tinggi gara-gara membaca sebuah blog. Terlalu bersemangat. Terlalu mencintai tulisan. Halaaah. Bilang saja sedang iri, Nob. Haiiish. Sayangnya iya :(


Oke. Let's start it. I have to focus and begin to determine my own direction. Oooohhh... Might be a little difficult. Eh, will be difficult ding. But it doesn't mean I can't do it. >.< >.<




Okeoke. Meskipun akan masih akan banyak tulisan berbau nyleneh dan hobby curhat saya yang tak terhindarkan, harus benar-benar ada penyeimbang yang tepat, berbobot, dan layak dibaca.

Halaaaaaah. Yen ngene iki mesti lagi galau tingkat tinggi. Wououoooo...


Bismillah. Meluruskan niat :)
Baca Selengkapnya...

Ketua Pemandu Tronton

Sebelum saya curhat, ehm, berbagi cerita maksudnya... Perlu diketahui bahwa di kampus saya tercinta akan diadakan sebuah acara milik UKM GPA (Gerakan Pecinta Alam) CHEBBY yaitu PU alias pendakian Umum yang tujuannya ke Gunung Gede.


Alkisah, saat saya sedang enak-enakan ber-MP3an di kamar, terdengar si zylo berdering tuang tuing.


Ada SMS. Hooh, nomer asing. Begini bunyinya :

"PU GPA CHEBBY. PU diundur jd tgl 6-8 Mei 2011 karena suatu hal. Anda, Novita Ayuningtyas terdaftar sebagai CADANGAN peserta PU 2011. Silakan konfirm kesediaan anda secepatnya keikutsertaan PU tgl 6-8 Mei ke nomer ini, paling lambat 26 April 2011 pukul 09.00 dgn format yg sama dg yang sebelumnya."


Huahuaaaa!! Ehm, saat itu saya masih kalem-kalem saja. Bereaksi sedikit bernada heran dan kaget. Kog bisa saya jadi cadangan ya?! Daftar aja kagak...




Beberapa menit kemudian, HP saya berdering aneh. Haha. Isi SMS-nya lebih aneh lagi :


"JARKOM PU. Berikut daftar nama ketua pemandu tronton: 1.Novita ayuningtyas.. 2.Tinon Padmiworo.. 3.Dewi saraswati.. 4.Muh.Syarifuddin.. 5.Prima Candra Barus... Bagi nama-nama yang disebutkan di atas, WAJIB mengikuti technical Meeting pada 26 April pukul 11 di auditorium..."


ngek




Apa-apaan ini -____________-




Ketua? Pemandu? Tronton? Apaan???!!!!!!!




Setelah semalaman penuh tanda tanya nungguin balesan dari itu nomer yang ngirim SMS, ternyata oh ternyata saya kena jebakan badman. Saya kena tipu si Brindil dan Similikiti.






Mereka diam-diam daftarin saya ikut pendakian umum. Hadeeeeh -__________-


Pake acara ngarang tronton-tronton segala..





2 oknum itu....





Awaaaaaas yaaaaaaa !!!!!!!
Baca Selengkapnya...

Pembicaraan Tadi Siang

Welcome to the 6th semester !!!



Tadi siang saat kuliah Teknik Demografi II, saya telat lagi. Dan hukuman senyum di depan kelas sudah tidak berlaku lagi. Penonton bosan. Haha.. Dosen saya yang satu itu hobi sekali ngasih hukuman aneh2. Akhirnya nyanyi lagu jaman TK "Bintang Kecil". Hadeeeeh.. Sebenernya saya mau nyanyi lagunya D'Bagindas yang Ce.I.eN.Te.A.. #trus temen2 yang niruin gayanya #haha #bisabisa



Lalu ada pembicaraan dari dua orang perempuan yang g jelas rimbanya di bangku paling belakang..

#oia, pertemuan pertama matkul ini membahas tentang estimasi kematian lhooo



"Yuk, kita bisa mati kapan aja ya?"

"Iyolaah"

"Berarti saat ini kalo aku tiba2 kena serangan jantung bisa mati juga dong??!!"

"Eh, tapi sebelum mati bikin daftar warisan dulu yaa.."

"Beres. Laptop ku warisin sama Eka. Lemari ijo sama kamu. Siip to?!"




"Masih ada yang kurang...."

"He? apa?"

"Prikiwit?" #yang adalah tipi indah nan rupawan yang diincar semua orang



"Oh, prikiwit aku bawa. Sepi. Ntar disana g ada hiburan...."



Lagi2. Jangan diambil hati. Postingan di kala mumet -__-

Baca Selengkapnya...

Kapur Tulis

jadi ingat tempat paling nyaman untuk bermain di waktu kecil

SD Cengklik I

hmm...

menulis di atas papan
i. ni. i. bu. bu. di.

corat coret sembarangan



menulis di halaman sekolah
maen gobak sodor, engklek juga


menulis di tembok belakang sekolah
'ria cinta wisnu'

'wiwit cinta fajar'

xixixi
jaman muda, waktu masih nakal :p





















kapur tulis...

jadi ingat guru-guru SD


kelas 1, bu Endang
ranking terbaik selama berkarir di dunia pendidikan. 2 ^^



kelas 2, bu Mei
heboh karena foto pangeran Diponegoro goyang-goyang sendiri


kelas 3, bu Narsi
beliau pernah ke Paris, katanya indah. jadi pengen kesana :)


kelas 4, bu Yahdizar
paling parah nakalnya, g pernah dapet ranking


kelas 5, pak Joko
suatu hari saat pembagian nilai ulangan matematika

"Novitaaaa..."
"iya, Pak?!!" sambil berjalan ke depan kelas dan mengambil hasil ulangan
"hmm" dalam hati berkata, nilaiku jelek amat yak -___-
beberapa menit kemudian..

"nov, hasil kita ketuker..." seorang anak tiba-tiba menghampiri, muka saya merah

"hahaha... kenapa Nov?" pak Joko pura-pura g tau. lalu ketawa ngakak


asemik
saya dikerjain

kertas ulangan saya sengaja ditukar dengan anak yang saya sukai


kelas 6, pak Warji
guru saya ganteng. dan galak. wkwk


kapur tulis...

jadi inget ikal. aling.
cinta yang berawal karena kapur tulis. menurut saya, heheh



















kapur tulis...

saya hanya sekedar menulis




Baca Selengkapnya...