Perahu Kertasku, Titip Salam Buat Dia
3 SK 1
Tadi pagi saya bangun cepat. G ada feeling apa-apa tentang pembagian jurusan hari ini.
Hadeeeh... Keputusan ada di tangan Allah Subhanahuwata'ala, via kampus saya tentunya. Apakah akan masuk ke jurusan yang saya pengeni atau "kejeblos" di jurusan lain yang teman-teman saya istilahkan.
Waktu pembagian IP semester 3 dan 4 kemarin, saya milih SK alias Statistika Kependudukan sebagai jurusan saya selanjutnya. Tapi desas-desus yang berhembus menyebutkan peminat jurusan Statistik Ekonomi hanya 2 kelas dari 7 kelas yang ada. dan ternyata oh ternyata, kampus saya tercinta memutuskan ada 4 kelas SE yang otomatis hanya ada 3 kelas SK. Hwa hwa hwa... apa-apaan iniii.. Bisa-bisa saya kejeblos beneran di SE. --"
Oke. Hari ini setelah apel pagi yang sudah siang, pengumuman akhirnya muncul juga. Satu-persatu nama disebutkan mulai dari penghuni kelas 3 SE 1, urut sampai 3 KS 2. Setelah saya perhatikan dengan seksama, nama saya tidak muncul di daftar kelas ekonomi.
Huaaa.. Saya lega sekali. Alhamdulillah. G mungkin juga dong saya masuk ke komputasi. :D
Saya belum punya bayangan kalau harus masuk ke ekonomi. Ngomongin masalah uang, neraca, inflasi, gitu lah. Tiba nama saya disebut, 3 SK 1, hmmm.. Asiiiiiiiik ^^
Baiklah Nob, dengan kacamata mines setengah penuh cinta dari ibuk, berjuanglaah!!!
PKL di tingkat 3.
Skripsi di tingkat 4.
Cepetan lulus dan.. hmmm... hehehe... WISUDA ^^
Okelah, menikah. wkwk
Doa Buatmu
ijinkan aku mensyukuri hari ini, buatmu
karena Dia mempertemukan kita dalam ukhuwah yang indah
dalam lingkaran kecil yang kau beri sedikit nyawa ini
bagaimana tidak?
jika yang kita bagi untuk satu sama lain adalah senyum dan canda
Sementara kesedihan akan sedikit meleleh dihangatkan tiap kata yang menyentuhnya
gerimis di pagi ini, adalah hadiah tambahan dari Allah Subhanahuwata'ala
buatmu
menit-menit yang terlewati untuk menantikan kedatangan kami, semoga Dia ganti dengan masa-masa indah di waktu nanti
hari-hari yang berlalu untuk mengingatkan kami pada-Nya, semoga Dia ganti dengan kebahagiaan yang berlipat ganda
dan pulsa yang terpakai untuk sekedar menyapa kami itu, ikhlas yaaa ^^
yang meskipun tak berarti nilainya, setidaknya pernah ada
congratulations mbak Erya, mbak mentor paling baik sedunia
Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Angkatan 48, hari ini ^^
G Bisa Tidur (lagi)
Saya g mau telat lagi hari ini.
Atau lebih parahnya lupa kalau ini hari Jum'at.
Hadeeeeeh... --"
Udah g masuk tiga kali.
Kira-kira masih boleh ikut ujian g yaa??
Malem-malem gini curhat ya mbak? Xixixi..
Hiaaapp!!
Saya g mau telat berangkat ke Utsmani lagi hari ini. Sudah cukup kemalasan saya minggu kemarin. Bangun kesiangan dan sama sekali lupa dengan jadwal rutin mingguan di Jum'at fajar.
Tadi malam sengaja tiga alarm dengan bunyi berbeda saya set di handphone. Maklum lah. Udah g berasa di alarm kalo cuma satu kali.
Ealaah. Malah terbangun jam dua pagi dan g bisa tidur lagi. Buat nunggu fajar, ya udah saya blogging aja.
Maaf kalau postingan saya akhir-akhir ini penuh emosi. Hehe.. Udah kayak remaja labil aja. =D
Banyak yang bikin darah tinggi soalnya. Tapi untung senengnya lebih banyak. ^^
Di depan saya ada selembar kertas yang tiba-tiba saya tulis begitu saya bangun tadi. Kira-kira begini bunyinya,
1. ngambil uang di ATM, bayar Utsmani (harusnya udah bulan kemarin)
2. berangkat jam 5.20 (takut pas naek bisnya, smangat!!)
3. nulis arab sebanyak-banyaknya n g usah fb-an pas di Utsmani
4. g boleh makan daging ayam utuh (upaya penghematan sekaligus d*et. ups, saya
g d*et lhoo..)
5. minum air putih yg banyak, jangan lupa minum obat (pileknya yang g sembuh2
nih --")
6. ngecilin seragam, senin udah masuk
7. baca buku islami (belajarbelajar ^^)
8. hemathemathemat --> mudah-mudahan dinner di mie golek nanti g menghabiskan
banyak dana (Eka sama Nova jangan nyuruh pesen yang harganya mahal,
awas yaa..)
Ah. G jelas. Biarin lah.
Kota Angkot
Akhir minggu kemarin adalah hari yang melelahkan buat saya. Tidak hanya karena perjalanan yang tidak terencana, tapi juga karena penyakit tiga bulanan yang masih setia menemani saya. Pilek.
Bermodal bismillah dan niat suci bersilaturahmi, saya nekat pergi sendirian ke kota Bogor. Sepupu saya, mbak Eny, sudah dari beberapa bulan yang lalu nyuruh saya mampir ke rumahnya. Dan bertepatan dengan haari kesaktian pancasila a.k.a hari Jumat keemarin, saya beserta tas kecil pink-hitam itu berangkat.
Hujan.
Begitulah keadaan ibu kota. Naik angkot dari depan kampus tercinta saya mulai perjalanan saya. Saat tiba di Stasiun Tebet, langsung saja saya beli tiket KRL jurusan Bogor. Pengen nyobain gerbong "women only", tapi rada males karena sudah banyak ibu-ibu, mbak-mbak, dan adek-adek yang antriannya bejibun. Next time aja lah.
Dapetlah saya gerbong tengah yang agak longgar tetap dengan model bergelantungan tangan alias berdiri. Alhamdulillah. Sekitar satu jam lebih sedikit saya tiba di stasiun Bogor. Karena si mbak yang g bisa jemput, jadilah saya naik angkot menuju Botani. Tadinya saya kira Botani itu nama ladang sayur-sayuran. Ternyata ujungnya ke mall juga. Hadeeeh. Nyari modem buat si Nurul.
Ceritanya, ada adek keponakan saya juga nih yang lagi berkunjung ke bogor, Nurul namanya. Belum genap dua minggu jadi keluarga besar "urban" di Jakarta, soalnya dia resmi diterima di STAN. Jadilah saya dan Nurul tamunya mbak Eny.
Karena mobil si embak yang lagi dipinjem sama adek suaminya, kita keliling-keliling pake jasa angkutan umum. Berkelana dari satu kantor operatot telepon ke kantor lain. Tujuannya masih sama, modem murah dengan koneksi secepat mungkin.
Tiga kali ganti angkot untuk tiga kantor beda operator. Okelah. Ujungnya pake modem 3 juga.
Saya mulai capek dan benar-benar emosi saat menaiki angkot keenam saya. Karena sudah sangat sore, jalanan menuju daerah Laladon, macet sangaat. Satu jam terjebak macet dan saya berada di dalam angkot. --"
Hari berikutnya adalah perburuan printer, dan pilihan dijatuhkan di Darmaga, daerah kampus IPB. Jam di tangan menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dan alangkah indahnya pagi ini karena di angkot kedua saya menuju IPB, ada macet juga. Maceeeeett totaaaal.
Saya pengen teriak waktu itu. Jarak yang semestinya cuma lima menit berlipat-lipat jadi 45 menit. Sampai di IPB udah lemes. Hujan deress.
Kami terjebak hujan di tempat mas-mas penjual printer. Hampir dua jam pula. Rencana keliling kebun raya Bogor gatot, gagal total. Yang akhirnya diganti dengan kunjungan yang mengejutkan buat teman saya. Karena ingat ada Ria, temen SD, yang kuliah di IPB, kami memutuskan untuk beristirahat sebentar di kosnya. Hmm.. G nyangka ketemu ni anak di tempat yang jau dari rumah. Hehe..
G jadi pergi ke KRB, Pusat Grosir Bogor pun jadi alternatif pilihan. Mall lagi dan lagi. Tapi saya suka, wkwk..
Dari IPB ke daerah kota, harus dua kali naik angkot. Satu jam yang melelahkan sekaligus mangkelke ati terlewati di angkot. Tujuan mencari printer akhirnya pupus karena mbak Eny yang sudah terlanjur putus asa dan capek. Ya sudahlah, mari makan saja.
Sekitar jam setengah lima, kami melewati sore yang persis seperti hari kemarin. Angkot dan angkot dan angkot.
Saya pusing.
Hari Minggunya saya sedikit bersantai. Sebulan yang lalu, saya daftar jadi peserta international scholarship and education seminar di IPB. Ini lah salah satu alasan saya juga memutuskan pergi ke Bogor kemarin. Sambil menyelam makan kacang, eh, minum air ding, haha.
Mamanya si Nurul yang khawatir banget anak gadisnya yang baru kenal kota metropolitan ini kesasar, minta saya buat nganter dia pulang ke Bintaro. Karena saya pikir agenda saya di kampus juga masih longgar, yayaya, saya melanjutkan jalan ke Bintaro, tangerang. Sore itu juga.
Singkatnya, setelah dua kali naik angkot menuju IPB dan dua angkot untuk pulang ke rumah mbak Eny, saya masih harus naik angkot untuk pergi ke terminal. Ahaha... Besok-besok saya mau jadi juragan angkot saja kalau dapet penempatan di kota Bogor. Persepsi saya, kalau banyak angkot sampai jadi macet kayak gini, pasti orang-orang hobi banget naik angkot.
Hehehe... Curhatan saya ini kalau njelehi g usah terlalu dimasukkan ke hati ya. Untung saya cuma nulis di blog saya sendiri. Coba kalau saya teriak-teriak sama abang sopir angkotnya. Lebih seru pasti. uupppss..
Senin pagi dari Bintaro saya pulang ke Jakarta. Hmm...
Setelah ganti tiga angkot dan satu bus umum.
Setelah perjalanan tiga jam yang harusnya satu setengah jam.
Hehe..
Allah sayang aku ^^





