Lembayung Bali

Assalaamu'alaikum


Hadeww... Ada yang aneh ini. Saat saya jalan-jalan ke heartchime, sayup-sayup ada lagu yang asing di telinga saya. Melooww buangettt. Huhuhu. #kenapa hayo, Ness




Trus saya iseng nyari videonya



Download video clip Saras Dewi Lembayung Bali



Duduk sendiri. Di sebuah sore dengan perasaan yang lagi galau. Menghadap ke laut. Seperti biasa, tangan dimasukin kantong jaket sambil nginget yang dulu-dulu, dan hal-hal yang sekarang sedang mbundhet. Sesekali mengambil nafas panjang, lalu menundukkan kepala. Pfiuuh.. #ngepasin gaya waktu backsoundnya lagu ini




Ya Allah. Pengen nangis beneran saya.


menatap lembayung di langit bali
dan kusadari
betapa berharga kenanganmu
di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu 


hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta


teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk


hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga





hingga masih bisa kujangkau cahaya 
senyum yang menyalakan hasrat diriku 
bilakah kuhentikan pasir waktu 
tak terbangun dari khayal keajaiban ini 



oh mimpi
 

andai ada satu cara 
tuk kembali menatap agung surya-Mu 
lembayung bali

Baca Selengkapnya...

Semoga Kesalahan Dimaafkan

Assalaamu'alaikum :)



Kemarin bisa jadi adalah hari yang berat buat saya, kamu, dan tiap orang yang berusaha menjaga hati.

Hampir satu bulan. Dan segala yang berusaha kita tekuni adalah untuk-Nya. Berharap setelah 'hari ini' akan ada 'besok' yang lebih membahagiakan. Bukan hanya karena 'memenangi' satu bulan, tapi juga memenangi diri sendiri.

Saya bukan tidak punya kesalahan. Kadang senyum pun bisa membuat orang lain tak enak hati. Alasannya macam-macam. Itu baru soal senyum. Belum lagi kata-kata yang mungkin tak sengaja menancap. Haduh. Seperti duri, panah, atau apapun yang intinya meninggalkan bekas luka.


Saya mohon dimaafkan...

Boleh?   :)






Sebenarnya, dibilang ngepas-pasin lusa lebaran... ya boleh saja. Tapi percayalah. Tiap orang selalu ingin dimaafkan saat menyadari telah menyakiti orang lain, tidak terkecuali saya. 


Oiya...






                                                                             Taqabbalallahu minna wa minkum....
Baca Selengkapnya...

BuBar Pasukan 17 angkatan 12

Asaalaamu'alaikum... ^^



Malam Minggu kemarin saya habiskan sama teman-teman pasukan 17 angkatan 12. Hoho.. Gini-gini pas SMA pernah jadi paski sekolah loh sayaa.. cihiii


Acara inti buka bareng sebearnya di sebuah warung lesehan di daerah Banyuanyar. Tapi karena tempatnya yang nggak ada penerangan yang memadai (suer ya, gelap beneerr -___-) jadi sesi mengobrolnya pindah ke tempat lain.


Lokasinya di Galabo. Gladag Langen Bogan. Semacam pusat jajanan malam di kota Solo. Kalau sedang berada di Solo, harus dan kudu mampir makan di sini. Soalnya, semua-mua kuliner solo adaa. ^^







Lokasinya di sebelah timur bundaran gladag (makanya dinamain "gladag" langen bogan), ujung jalan Slamet Riyadi. Pass banget di tengah kota. Jadi gampang banget akses kesana. Sebenarnya, kalau siang hari jalanan di sini rame banget. Tapi menjelang petang, jalannya sengaja ditutup buat area pengunjung galabo.





--------------------------------------------------------------------------------------------------
Oiyaa...


I like this art very much >.<

--------------------------------------------------------------------------------------------------




Kemarin yang dateng 8 orang. Lumayanlah dari 17 orang. Daripada tahun ini kami sama sekali nggak ngumpul, hadeh sayang buangett. Hihhiii... Dan seperti biasa, malam itu kami habiskan dengan acara "kecro-kecroan" dan ketawa-ketiwi sana-sini.







Tahun depan semoga bisa ngumpul lagi ya temz. Huhuhu. Aamiin. Kalau bisa lengkap dong ber-17. Kan asik kalau kita "angkat tangan" bareng sambil lirik sana lirik sini. Wkwkwk :p
Baca Selengkapnya...

Ngarsopuro di Malam Hari

Assalaamu'alaikum ^^

Hellohelloo. Apa kabar puasa? Oke dong ya, hihi

Saya mau cerita niiiih, tadi malam saya jalan sebentar ke salah satu tempat favorit saya di Solo. Hmm, my lovely litle town, Solo. Selaluuu saja punya sesuatu yang ngangenin.

Yap. Ngarsopuro.

Sebenernya, daerah ini dulunya biasa saja. Kalau lewat saat siang hari, ya kaya' jalan-jalan pada umumnya. Hmm, tapi kalau malam hari lewat sini, pasti tergelitik buat berhenti sebentar, trus menghabiskan waktu cuma buat duduk-duduk atau melihat-lihat pemandangan.







Daaan, tadi malam saya minum wedang ronde. It was my favourite too. Minuman jahe yang isinya kacang, irisan kolang-kaling,  dan bulat-bulat (yang saya nggak tahu namanya). Hmm... Yummmy. Nah, pas dimakan, si bulat-bulat tadi pecah kan ya, trus ada semacam selai kacang yang ikut lumer. #halah nggak penting. Enyaak deeh. Wkwkwk... :p





Biasanya di malam Minggu alias Sabtu malam, di Ngarsopuro ada sebuah bazar. Semacam pasar malam yang menjual berbagai macam barang. Misalnya baju, tas, sepatu, souvenir yang pasti khas Solo. selain itu, banyak pedagang kuliner yang biasa juga menggelar dagangannya di sini. Nggak cuma itu, karena ada gedung yang sengaja disiapkan pemkot untuk berbagai keperluan, banyak sekali acara kesenian yang silih berganti diadakan di tempat ini.


Selain malam Minggu, daerah ini juga ramai dikunjungi. Mulai anak muda sampai yang dewasa dong yaa #halaah. Nah, karena itu, Ngarsopuro belakangan dikenal sebagai tempat nongkrong yang asik banget. Suasananya tenang. Meskipun didominasi oleh anak muda, bukan berarti tempat ini rusuh dan semacamnya. Suasananya tetep aman terkendali kok. Hehehe :D





Ini baru sekelumit soal Solo. Gimana? Gimana? Ada yang ikut tertarik nggak? Yah, sekalian promosi gitu.
^.^ ^.^ ^.^ Ayo main ke Solo!!!





Baca Selengkapnya...

Pagi Dingin dan Anggota Unyu Teras Depan Rumah

Assalaamu'alaikum ^^

Brrrrrr...


Dingin sekali pagi ini. Kalau di Jakarta, saya pasti udah ada di Tajun. Taman Simanjuntak. Jogging putaran kecil barang empat lima kali putaran. Lalu duduk-duduk di pinggir taman sambil liat lansia-lansia yang lagi pada senam.

WHoooaaaa... Good morning people!!


If there is something that makes me happy this morning, its because I still meet with fasting. Alhamdulillah. Dan bagusnya Solo mulai kembali menyenangkan. Hehe...

Setelah subuh tadi saya keluar rumah. Persis seperti di lereng Gunung Lawu hawa-hawanya. Uademm bener. Dan keisengan berlanjut. Hihi...







Ada harapan baru ketika sebuah tanaman bereproduksi. Pertalian saling silang, lalu menghasilkan biji. Nah, disinilah harapan akan berkembang. Tentang bunga yang lebih indah, tanaman yang lebih baik, dan biji-bijian lagi yang begitu seterusnya.

Hihihi. Ada butiran merah kecil malu-malu yang ketahuan trus minta perhatian. Huhuhu... Tentang harapan yang tadi saya bicarakan.






Dan...

Aku punya juga kembang yang persis sama dengan yang pernah diberikan seseorang sewaktu pertama kali kami berjumpa. Betewe, terimakasih yaa... Heiii, kamu tahu nggak bunga ini namanya apa? Saya kenalkan, namanya euphorbia. Punya kamu sedikit lebih ceria warnanya, pink banggetz. Trus, kuning banggetz. Hehehe...

Tiba-tiba muncul dialog:

Ehm. Bang, kembang aye nggak kuning, nggak pink... | Trus warnanye ape, neng? | merah jambu muda gimanaa gitu, bang | Ah neng, itu pasti karna cinta kita udah bersatu, makanye warna kembangnye juga campur gitu... #eaaaa

Ah gombal. Ahahaha :p

Dih, pagi-pagi di bulan nan suci pake ngegombal... Sadaaaar Nob!!! -______-








Nb: nggak ada maksud buat nggak me-list anggota teras yang lain. kalian juga unyu kok. tapi pas lagi moto-moto tiba-tiba diajakin ngobrol sama budhe. malu deh, wkwk ^.~a
Baca Selengkapnya...

Mas Dahlan

hatiku sedang tidak baik

banyak kejadian yang minta diberi penjelasan
tapi tak kesampaian

masa lalu membuat hari ini kadang lebih berat

bagaimana mempertanggungjawabkan perasaan yang dulu pernah ada
yang hanya tersimpan dan tak tersampaikan
yang sampai sekarang pun,
masih dalam

bagaimana jika si A tidak bisa melupakan si B
sedangkan saat ini ia terpaut janji dengan si C

banyak kejadian yang minta diberi penjelasan
tapi tak kesampaian

maka diam adalah tembok
dan saat tembok itu sudah sangat tinggi
keputusan untuk berlanjut dengan keadaan seperti makan buah simalakama

si B yang mati
atau si C yang mati

dan mematikan salah satunya adalah menghidupkan satu yang lain

tidak bisa meletakkan 2 hati dalam 1 wadah

dari dulu kamu tahu. Selalu begitu. denganku.

***



***

Makan buah simalakama. Bahkan itu sejenis buah apa aku sendiri tidak tahu. Tepatnya tidak mau tahu. Yang jelas, ungkapan yang ku buat dalam surat untuk mas Dahlan sudah sangat jelas maknanya. Paling tidak, begitu kata buku peribahasa. Memang sedikit ada perubahan arti. Tapi intinya sama. Masalah pilihan. Beberapa waktu ini aku seperti orang linglung. Pikiranku ada pada satu titik yang sengaja aku bekukan. Titik dimana ceritaku dengan mas Dahlan akan selalu bahagia. Detik dimana ia hanya buatku. Tidak menggubris yang lain-lainnya. Titik egoismeku.


“Baik. Hari ini akan aku selesaikan draftnya... Huhum. Oiya, aku nitip surat sama Mbak Ntin. Tolong dibaca.”


Dialog singkat dengan mas Dahlan. Laki-laki yang membuatku mewek-mewek. Editor muda yang cerdas. Tidak terlalu ganteng tapi menarik. Aku tidak punya kriteria khusus soal lelaki. Yang jelas, hampir setahun terakhir kulewati dengan hangat bersama mas Dahlan. Sepotong cheese cake hampir tiap akhir minggu. Dan obrolan ngawur hampir tiap malam.


Dan begitu sebuah nama muncul dalam deretan inbox lelaki muda itu, aku melayu. Seperti setangkai kembang tulip potong kehabisan air. Bayangkan saja bentuknya. Mengenaskan. Sahabat lamanya. Dan aku tahu, ada sesuatu diantara mereka.


    Walau lelah kucoba... Tuk menggapai hatimuu...
    Sgala yang ku beri tak pernah berarti, berat terasa...


Hpku berdering. Sayangnya, aku suka ringtonenya. Seurius. Hmm. Mbakyuku. Sebentar. Kutata hati dulu. Aku tahu apa yang akan Mbak Rindi tanyakan.


“Assalaamu’alaikum. Ya hallo Mbak...”


“Wa’alaikumussalam. Piye Dek? Kamu udah ditanyain terus sama ibuk. Jawabannya ditunggu secepatnya. Biar bapak nanti yang mengurus semuanya.”


Piye ya Mbak... Sebenernya aku masih bingung.”


“Sudahlah dek. Laki-laki seperti itu banyak. Kamu jangan pertahankan lagi. Ndak pantes...”


“Pantes atau ndak itu kan menurut kita to mbakyu, tapi...”


“Sudah minta penjelasan lagi?”


“Sudah capek, Mbak...”


“Tuut... Tuut...”


Terputus. Tidak ada obrolan lebih lanjut. Mbak Rindi hanya mengirim sebaris sms,


‘Pulsa habis. Nanti malam lagi aja.’


***


Selepas dzuhur aku mengharap dipilihkan yang terbaik sama Allah. Istikharah. Masih dengan doa yang sama. Jika bukan mas Dahlan, maka aku mohon dimudahkan melepaskannya.


Hp-ku berbunyi. Ada sms. Mas Dahlan.


‘Anggun yang baik, mas minta maaf kalau tidak berterus terang tentang Annisa. Sekarang  dia  sedang banyak masalah. Mas hanya sedikit membantunya bernafas. Mas harap kamu mengerti. Soal surat, mas juga bingung. Posisinya benar-benar ndak enak buat mas.’


Hmm. Aku menutup mata sebentar. Ambegan. Aku tidak menyangka doaku dikabulkan begitu cepat sama Allah. Pipi basah lagi. Payah.


Bukankan permintaan untuk berdamai dengan si Annisa ini sudah lama ku ungkapkan padanya. Tapi masih saja. Pertemuan-pertemuan dibelakangku, obrolan-obrolan santai diselingi goda dan canda, iish. Bodoh sekali jika tak paham situasinya. Dan karena mata dan hati mas Dahlan tidak bisa berbohong, aku saja yang ngalah.


Bukannya memencet tombol replay, aku malah menekan tombol back. New Messege. Mbak Rindi.


Bismillahirrohmanirrohim.


‘Mbakyu, tolong bilang sama ibuk. Aku mau sama mas Anas. InsyaAllah minggu depan aku resign. Langsung ke Malang. Maturnuwun.’


Send.


Lalu New Messege lagi. Mas Dahlan.


‘Terimakasih mas Dahlan yang baik. Iya. Aku tahu. Minggu depan aku ke Malang. Mas Dahlan sama Annisa aja. Aku tak belajar ikhlas.’


Send.


Banyak sms masuk. Tapi... Sudahlah.




***


***



‘Dek, minta maaf boleh?’


‘Sudah dimaafkan...’


‘Syukurlah...’


‘Mas?’


‘Apa?’


‘Aku dan mas Anas... Mohon doa restu boleh?’


‘...’








Nb: cerita diatas Cuma fiksi. Ngawur. Hehe.. dan Dahlan itu nama almarhum pakdhe saya. Semoga selalu disayang Allah ya, dhe... :)
Baca Selengkapnya...

Serangan di Kereta

Assalaamu'alaikum



Serangan yang tadi kemarin pagi itu cepet banget. Kirain ada bom. Saya deg-degan sekali.


Saat sedang ngantuk-ngantuk sambil ngobrol sana-sini dengan si mbakyu, tiba-tiba ada suara "duuaarrr". Kanget. Langsung refleks tutup muka pake tangan. Aiihh. Ini apa tohh.


Ketika sedang berkereta dari Jakarta menuju Solo, tepatnya selepas Jogja, ada yang -menurut saya- dengan sengaja melempari kereta kami dengan batu. Beneran ya, segede kepalan tangan saya itu batunya. Begitu kena kaca langsung pecah aja.


Yang bikin jantung kerja lebih cepet, selain karena suaranya, juga yang jaraknya yang cuma setengah meter di depan saya. Pecahan kacanya sedikit kena mata. Sedikit. Hadeehh. Ada-ada saja.





Itu maksudnya apa ya? Kalau lihat berita-betita kereta dilempari batu, itu kalau nggak pas bonek lewat, pasti karena hal-hal yang nggak jauh-jauh dari bola. Ada hubungannya sama pertandingan Timnas Indonesia melawan Palestina. Trus apa hubungannya sama "senja utama" Jakarta-Solo. Haaaa?????!!! 


Sebel saya. 


Haiih. Calm down nob.


Hehehe. Itu cerita saya kemarin. Apa ceritamu? :p
Baca Selengkapnya...