Happy 2nd Anniversary :')

Hidup makin sederhana buat saya. Bukan karena masalah yang saya hadapi makin sedikit, tapi tujuan hidup yang benar-benar semakin terfokus. Saya ingin secepatnya membersamai kamu. Ah, semoga Allah memudahkan jalannya. Btw, happy anniversary ya buat kita. I love you still, always have, always will. I love you for all that you have, all that you have been, all you're yet to be. Semoga kita berkeluarga lagi di surga :)






Baca Selengkapnya...

Hai Novita. Semoga hari ini apa-apa yang kamu khawatirkan hilang di udara. Terangkat begitu saja seperti kapas diayun angin. Semoga tak lagi meninggalkan rasa kesedihan di hatimu. Tak perlu harus menuruti ini itu dari sekitarmu. Cukup kamu. Dan apa yang kamu yakini. Kamu boleh egois. Apa yang kamu usahakan untuk mereka sudah seperti yang seharusnya. Pergilah jika memang kamu ingin pergi. Tinggalah jika memang kamu masih mau tinggal.

Baca Selengkapnya...

Rindu

Apa kamu pernah merasa rindu yang meskipun menangis sejadi-jadinya pun rasanya tidak pernah bisa selesai? Apa kamu pernah merasa rindu yang ingin segera kamu pulangkan tapi waktu menyuruhmu tetap berdamai dengan hati? Apa kamu pernah merasa rindu yang membuatmu merasa kesepian di tengah keramaian? Apa kamu pernah merasa rindu yang bahkan dengan lari pagi pun, dengan berjalan sendiri pun, dengan mendengarkan musik pun, dengan melihat fotonya pun, membuatmu seperti minum air asin?







aku rindu
Baca Selengkapnya...

Hidup Berlanjut

Hai.

Hidup berlanjut. Dan disinilah saya sekarang. Terpisah jauh dari suami tercinta, keluarga, dan teman-teman yang saya sayangi. Sambas. Kabupaten kecil di ujung Barat laut pulau kalimantan. Umm... Disini nyaman. Tapi saya masih mencari-cari apa yang kurang. Saya bukan bicara masalah mall, bioskop, atau tempat nongkrong ala ala jakarta atau solo. Saya hanya tidak bisa menemukan tiket kereta jakarta-solo atau jakarta-semarang yang biasa saya pesan tiap saya kangen keluarga. Saya juga tidak bisa menemukan orang-orang yang bisa saya senyumi seenaknya, saya sapa seenaknya, dan saya peluk seenaknya.

Tapi, beginilah halaman yang baru saja saya mulai beberapa minggu. Dan, tentu saja mulai sekarang saya akan banyak mengoceh dan mengomel berbagai hal tentang tempat ini, tentang perasaan saya, dan tentang bagaimana rindunya saya untuk pulang.


Dan pada akhirnya, pulang, akan menjadi satu-satunya alasan saya masih berpetualang.


Jadi, inilah Sambas :))



Tugu ini ada di pintu masuk kecamatan Sambas. Tapi saya belum tahu namanya. Pokoknya dari jauh saya perhatikan, sepertinya ini salah satu icon kecamatan Sambas. Kemudian karena iseng, saya ambil saja fotonya.


Ini foto senja pertama yang saya ambil di Sambas, waktu nyari kos-kosan bareng bang opal dan yoga. Pemandangan sorenya mantaplah kalau dapat kos di sepanjang daerah ini. Tapi, ternyata rumah ibuknya sudah lebih dulu ditempati. Yawis lah.


Kalau ini diambil di depan kantor sehari setelah pulang dari pelatihan di Pontianak. Awannya semacam permen kapas yang di gulung-gulung lalu dibariskan, pas sekali ada di depan mata. Subhanallah.


Langit sore sehabis hujan reda. Umm... Pokoknya nanti kalau suami saya berkunjung kesini, tiap sore saya harus ajak dia putar-putar. Biar dia juga tahu kalau langit di atas sini bukan cuma dekat sekali, indah sekali, tapi juga "sempurna" kalau saya melihat keatas sana sambil kami bertukar canda dan tawa.


Matahari terbenam dari tepi sungai sambas. Baru dua hari yang lalu saya mengambil foto ini. Kalau di kecamatan Sambasnya, ada tempat nongkrong favorit di sepanjang sungai ini. Namanya waterfront. 


 Seringnya, saat duduk di tepi sungai sambil melihat matahari tenggelam, saya diam-diam merapal doa di dalam hati. Doanya macam-macam. Kebanyakan untuk masa depan, sebagian lagi untuk esok hari.

Baca Selengkapnya...

Selamat Satu Tahun, Kita :')

Bismillah.


Jadi, udah setahun ya kita. Hohoho. Seneeeeng banget alhamdulillah. Bisa melalui setiap tahap berumah tangga bersama kamu rasanya campur-campur namun masih dengan kesimpulan yang sama. Bahagia. 


Pengen cerita banyak, tapi nggak tahu mesti mulai dari mana. Jelasnya, aku cuma pengen berterima kasih sama Allah yang udah sayaaang banget sama kita sekeluarga. Terima kasih karena telah mempertemukan kita, mempertemukanku dengan keluarga baru yang begitu sederhana namun luar biasa, mempertemukan rindu yang menumpuk tiap dua tiga minggu dan membuatnya menumpuk lagi, aaaakk pokoknya terimakasih Ya Robbi. 




Hohoho... Iseng bikin video ini di kantor. Semoga akan ada tahun kedua, ketiga, kelima, dua puluh tiga, lima puluh, tujuh puluh, sembilan puluh, dan selanjutnya. 






Dan, setahun ini dirayakan dengan pesta kecil kita. Terimakasih buat kejutannya sayang... *nangis* Terimakasih untuk doa-doa dalam lipatan bangaunya *nangis lagi*. Semoga semua dikabulkan dan diridhoi Allah, serta semoga kita diberi kemampuan untuk menjemput keridhoan itu.


Terimakasih juga untuk kado kecilnya *shock* *tambah nangis*






*kisskiss*
Baca Selengkapnya...

Reminder


Blogwalking barusan nemu tulisan temen SMP.


Jadi, dia ini partner in crime jaman kami lagi seneng-senengnya sama pramuka. Yang paling saya inget waktu kami barengan disemprot sama Mas *mir pas nanyain tentang surat apa gitu (lupa). Jadi karena parah banget dimarahinnya, sampai-sampai kami takut ketemu orang itu, sampe sekarang. Padahal seingat saya dulu kami udah sopan, yakali dianya yg lagi dapet :p Hal lain yang bikin kami akrab waktu itu karena saya sering main ke rumahnya di daerah Palur buat berhaha-hihi. Bikin kue lah, masak ini itu lah, nyolong mangga tetangga lah, sampai mokah puasa bareng-bareng *parah beneran yg ini* Pokoknya jaman itu kami super nggak jelas.


Hari ini saya nemu blognya yang extra-adorable. Hampir semua tulisannya isinya curhatan *toss kitah* Saya suka tulisan dia tentang the happiest moment yang ditunggu-tunggu wanita menikah (normal) di seluruh dunia. Yapp she was pregnant. And (finally) I'm jealous. Dia baru sebulan menikah tapi "kebablasan" hamil. Kenapa kebablasan, soalnya pas akhirnya tau fakta dia hamil, kaget soalnya. Suaminya juga cuma bengong karena dari awal emang mereka berencana nunda punya momongan. Selain karena kerja si suami di Samarinda, tapi juga dia pikir belum pas waktunya buat hamil, makanya mereka emang mau nunda dulu punya anak.


Awalnya posisi dia dan saya 11-12 lah ya. Sama-sama complicated masalah momongan. Tapi untungnya dia ibu rumah tangga dan unfortunately-nya saya pake acara terikatperjanjian sama instansi yang udah nyekolahin saya.


November ini saya dan si mas genap 9 bulan menikah (Oiyaaa, pas banget tanggal 12 november setahun yg lalu si mas meminang saya ke bapak ibuk). Saya ngerasa jadi wanita paling egois sedunia karena minta buat nunda punya momongan dulu sebelum ada penempatan. Bukan nggak ada alesan. Takut kalau hamil sendirian di antah berantah iya, takut dedeknya kenapa-kenapa juga iya. Gimana enggak, magang nggak jelas sampe kapan, prajab nggak boleh hamil, penempatan nggak tau dapet di daerah yang namanya ada di peta apa enggak. Pokoknya banyak ketidakjelasan sehinga saya meyakinkan suami buat nunda hamil dulu paling nggak sampai prajab selesai.



Kemudian saya baca postingan dia lagi tentang trimester dan "penderitaan"nya, tentang seru-sedihnya hamil jauh dari suami (akhirnya dia pulang ke Solo ikut ibunya), cerita dia saat milih dokter obsgyn, senengnya ngeliat foto baby habis USG, dan printilan-kehamilah-serba-membahagiakan lainnya, tentang pra dan pasca lahiran si baby, perlengkapan yang disiapkan (sampai merk dan detai harganya), apa yg dilakukan, dan gimana evolusi kedewasaan suaminya. Aaaakkkkk pengeeeeennn!!!!


Tetiba jadi meaningless banget ya pilihan saya. 


Kalau instansi saya udah capek mainin nasib anak-anaknya, insyaAllah prajabnya bulan Januari. Dan saat itu, ikhtiar saya sama suami dimulai. Ya Rahman, mudahkanlah bagi kami.






Thank my-lovely-friend so  much, semoga bayinya selincah onty yg nulis ini yaa :))
Baca Selengkapnya...

Liburan ke Karimunjawa (2)




Lanjut lagi cerita liburan kemarin ya.. ^.~


Hari ke-3

Kejadian mabok luar biasa hari kedua bikin saya galau mau ikut apa enggak tour selanjutnya. Tapii,tiba-tiba paginya saya bersemangat lagi. Ya dipikir-pikir lagi nggak seru juga kalau seharian saya cuma di kamar, sedangkan jadwalnya hari ini masih keliling pulau-pulau sekirtar karimunjawa. Bismillah, niatannya mau nemenin suami. Pokoknya apapun yang terjadi mesti disamping dia dalam suka dan duka *meskipun dukanya cuma di saya aja ><*


Perjalanan kembali dimulai jam 8 pagi. Kali ini kami berperahu diantara gempuran ombak yang cetar membahana. Selama hampir 45 menit bergoyang-goyang diatas kapal nyaris bikin saya kepayahan lagi. Cuma nyaris untungnya, hehe.



Daaan, tibahlah kami di pulau Kecil. Pulau dengan jembatan panjang di pintu gerbangnya. Dari kejauhan saya tau kalau pulau ini indaaah banget. Dan yang bikin kami semua terpesona adalah ketika berjalan di jembatan panjang tersebut, hamparan karang warna-warni terlihat jelas di kanan dan kiri jembatan. Demi Allah, indahnya luar biasa. Aaaahhhhh gembiranya mata ini diijinkan melihat semua itu. Belum lagi, pulau yang ukurannya benar-benar kecil ini juga memiliki pantai dengan pasir putih yang airnya jernih menggenang di pantainya *bahasa eike..menggenang.. T.T yah pokoknya subhanallah bangett intinya*.


 








 



Nah setelah kami menikmati keindahan pulau kecil dan mengeksplorasi spot foto-foto, bagi yang ingin snorkelingan dipersilahkan. Awalnya saya ragu-ragu. Lalu si mas bilang bagus banget karangnya. Ikan-ikan kecilnya juga kooperatif pas dikasih makan remah-remah roti yang dibawa peserta. Jadi alam berkonspirasi nih buat bikin saya nyebur kesana. Akhirnya saya ikut nyelup lagi. Hihihi bener yang si mas bilang. Di sini ikannya banyaaaaak banget dan karangnya juga bagus. Si mas dapat beberapa pose underwater.




Dari pulau Kecil kami menuju pulau Tengah. Di pulau ini kami istirahat untuk sholat dan makan siang. Pulau Tengah juga berukuran tidak terlalu besar. Cukup lah 15 menit untuk mengelilingi pulau sambil jalan santai, sama seperti pulau Kecil. Di dermaga pintu masuk pulau Tengah, terdapat beberapa kolam yang dibuat di pantai sebagai tempat menangkarkan hiu. Selain itu, di pulau ini juga terdapat restoran yang menyediakan makanan dan minuman untuk pengujung yang beristirahat. 

Sekitar jam setengah dua, kami melanjutkan perjalanan. Sekitar dua kilo dari pulau Tengah, kami diajak snorkelingan lagi. Si mas dan peserta yang lain ikut nyemplung, tapi saya mau di kapal aja. Karena duduk-duduk bikin saya tambah pusing, saya tiduran aja. Hehehe… jadiii, dari mulai sini sampai ke tempat tujuan berikutnya saya memutuskan buat tidur sajah. 






Sekitar sejam berikutnya, kami sampai di penangkaran hiu di pulau Menjangan Besar. Saya udah lemesss dan si mas juga males nyemplung sama hiu kalau saya nggak nyemplung. Akhirnya kami hanya melihat-lihat dari atas. 




 Sunset terakhir sebelum pulang :))



Di akhir perjalanan kami yang luar biasa ini, malamnya kami duduk-duduk agak lama di alun-alun Karimunjawa. Oiya, jadi lupa soal alun-alun. Tiap malam di alun-alun karimunjawa ada banyak kuliner yang bisa dinikmati seperti ikan dan cumi bakar, serta siomay khas daerah ini.




Hari ke-4


Hari terakhir perjalanan kami bertanggal 14 Oktober 2013 dan bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Setelah packing-packing, kami pergi ke masjid besar untuk melaksanakan sholat ied. Idul Adha pertama saya sebagai istri dan kami berdua sebagai suami istri. Terimakasih ya Allah karena memberikan keberkahan yang tak pernah saya tau bagaimana membalasnya kecuali dengan bersyukur tak henti-hentinya.


Jam 8 pagi kami berangkat lagi menuju pelabuhan Jepara. Sampai jumpa lagi Karimunjawa, sampai jumpa lagi pulau Kecilku sayang.


“Ada surga kecil di utara pulau Jawa. Disana, pernah ada aku dan suamiku. Bersama-sama, berbahagia ^^ indah ya, cinta…” Terimakasih ya Kabiir, ya Razzaq, terimakasih ya Rahiim.





 
Baca Selengkapnya...