yang Tidak Sampai
Pulang
Assalaamu'alaikum wr wb
Hari Minggu kemarin saya lagi-lagi bertingkah bodoh di depannya. Selalu saja menangis tanpa alasan yang jelas. Saya tahu dia memperlihatkan potongan akhir film itu agar saya yakin kalau film itu bagus. Mengharukan. Dia bilang saya akan menangis. Dan tentu saja. Tepat sekali tebakannya. Pinjam bahunya.
Saya kangen rumah. Entahlah. Sudah Berapa lama saya tidak pulang. Terakhir saat lebaran kemarin. Belum lama sih, buat orang lain. Tapi buat saya, sangat lama.
Beberapa hal sangat menyita perhatian. Bukan hanya itu. Hampir seluruh waktu saya tercurah untuk kuliah. Kali ini harus seserius mungkin. Saya ingin lulus tepat waktu. Mungkin yang pertama membuat proposal. Dan saya sadar, kompre, mata kuliah mematikan, skripsi yang sebenarnya, seminar, sidang, dan rapor tingkat 4 masih menunggu di depan.
Buat saya sekarang, yang penting berusaha sebaik-baiknya. Dan tidak terlalu banyak mengeluh akan sangat membantu.
Tanggal 25 kemarin milad bapak. Entah kenapa, waktu di telpon dan ngobrol dengan bapak, saya malah jadi sedih. Entahlah. Sepertinya banyak hal yang saya lewatkan begitu saja. Meskipun nggak cerita secara langsung, saya tahu ada sesuatu yang sengaja tidak diperlihatkan pada saya.
Bapak, banyak hal yang ingin saya katakan selain selamat milad waktu itu. Saya kangen.
pict from here
Hari Ini dan Kamu
rindumu, mendung meneduhi panasnya berjalan kaki di samping pom bensin dekat kampus.
sekarang hari jumat. tadi pagi kita jogging ke monas. melempar senyum satu sama lain. senang sekali. seperti ini aku ingin bersamamu. melewati besok pagi, lusa pagi, dan besoknya lusa pagi.
aku ingin menangis, yang kedua untuk hari ini. jangan bilang -seandainya nanti bukan kamu...- itu sedih sekali. tapi bila memang benar, kita pernah saling menyebut-nyebut nama dalam doa.
percayalah...
Hei Kamu!
jangan menangis!
ada yang masih harus kamu kejar hari ini
bukankah setahun lagi kamu ingin mereka berempat berkereta ke Jakarta?
ada yang masih harus kamu jalani sampai selesai
jangan bersedih!
lelah itu biasa
dulu saja ada deretan doa yang selalu kamu ucapkan diam-diam
dulu saja ada sehari tiap seminggu kamu berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 9 malam, 4 kali seminggu pulang jam 7 malam, dan persediaan isi pensil yang jumlahnya puluhan
demi apa?
agar hidup terus berjalan dan kamu tidak menjadi bodoh dalam ketidaktahuan
dan jangan menggantungkan kebahagiaanmu pada orang lain...
nb: hari ini kehujanan saat pulang dari kampus. jadi inget Lia, GO, aa' Ana, miss Yuis, bu Michele, mbak Hana Nita, Dimas, dan semua orang yang menemani saya mengejar mimpi saat itu. Terimakasih... Sekarang ada mimpi lain yang ingin benar-benar saya kejar dan kali ini harus dapat. ^^ terimakasih sekali lagi...
Sliced
Baca Selengkapnya...
Masih Seperti Menunggunya
RIP simbah Suprih, simbah kos yang mengijinkan kami menemani hari-hari. Simbah yang baik, semoga mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah.
pict from here










